Jumat, 29 Oktober 2010

Kepiluan d`kubu TIMNAS

tim2309.jpg Kepiluan menyergap kamar ganti kubu timnas Indonesia seusai pertandingannya dengan tim tuan rumah Laos, Senin (7/12) malam di Chao-anou-vong Stadium, Vientiane. Kekalahan 0-2 yang diterima Tony Sucipto dkk sungguh sangat diluar dugaan, mengingat di atas kertas kekuatan Laos sedikit dibawah Singapura.

Manajer tim Andi Darussalam Tabusalla, serta trio pelatih Aklberto Bica-Gilberto Anon-Francisco Morales tak banyak berbicara saat berada di ruang ganti pemain itu. Hanya pelatih fisik Morales yang tetap mencoba bersikap santai dengan berulangali meminta para pemainnya untuk segera membasuh diri, mendengarkan pengarahan dari manajer dan pelatih kepala, sebelum kembali ke perkampungan atlet.

"Para pemain tak bisa menerapkan strategi yang diinstruksikan dengan baik," ujar Alberto Bica ketika ditanya wartawan. Dia juga menyebutkan, para pemainnya ternyata sulit melepaskan diri dari tekanan lawan, sementara di lini tengah dan belakang sering kalah dalam perebutan bola.

Dua gol Laoos yang diciptakan oleh Lamnao Sing-to pada menit ke-66 dan 76 tercipta karena lambatnya pemain di lini tengah menyumbat pergerakan bola dari serangan balik lawan, sementara pemain di lini belakang juga kedodoran menghadapi para penyerang Laos yang lebih cerdik mencari ruang tembak.

Bica sejak awal memnta para pemainnya untuk bermain dengan bola-bola pendek, bukan long-pass yang lebih sering digagalkan pemain lawan. "Permainan bola-bola pendek kita tidak jalan," tegas Bica.

Kendati demikian, lebih dari alasan teknis permainan itu, Bica serta manajer tim Andi Darussalam Tabusalla mengungkapkan adanya "faktor X" yang sangat memperngaruhi penampilan para pemainnya. Yakni, tekanan penonton yang luar biasa sepanjang pertandingan. Teriakan membahana "Go, Laos, go" dari sekitar 9000-an penonton yang memadati Stadion Chou anou-vong sepanjang pertandingan harus diakui sangat "merusak" permainan tim Indonesia.

"Impossible dapat meraih kemenangan dalam kondisi seperti tadi,"kata Anon, mengungkapkan kesannya dari teror yang "diciptakan" penonton tuan rumah ini.

Menurut penuturan beberapa pemain, sepanjang pertandingan mereka sudah mencoba melakukan komunikasi di lapangan. Namun, teriakan-teriakan mereka lebih banyak "tertelan" oleh gemuruh sorak-sorak ribuan penonton tim tuan rumah yang menyesaki stadion mirip Soemantri Brojonegoro di Jakarta itu.

"Kita sudah teriak-teriak terus, Mas, tetapi suara kita kayaknya susah diterima dengan baik," kata kapten tim Tony Sucipto.

Jarak antara pinggir lapangan dengan tribun penonton di Stadion Chou anou-vong ini memang sangat dekat. Tidak ada pagar pembatas antara tribun penonton dengan pinggir lapangan, seperti di Stadion Lebak Bulus atau Kuningan di Jakarta. Konfigurasi stadion ini membuat gemuruh suara penonton sangat jelas terdengar hingga ke seluruh sudut lapangan.

"Kondisi seperti itu akhirnya membuat para pemain kita sulit bangkit, dan tempo permainan tetap didominasi oleh tim Laos," jelas Gilberto Anon, meski pun dia tetap menyalahkan sebagian besar pemainnya yang tidak bermain dengan optimal' "Sebagian besar pemain tidak bisa tampil seperti diharapkan. Mental mereka sudah jatih menghadapi tekanan seperti ini," tegasnya.

Laos kini dalam posisi sangat menguntungkan untuk lolos dari penyisihan Grup B. Mereka kini tinggal membutuhkan hasil seri dengan Singapura pada pertandingan terakhirnya, Kamis (10/12) nanti. Pertandingan antara Laos dengan Singapura ini semestinyadilangsungkan bersamaan dengan duel Indonesia versus Myanmar, karena hasilnya bisa saling mempengaruhi.

"Kita harus memenangkan pertandingan terakhir, tanpa harus memikirkan apakah hasil itu akan meloloskan kita ke babak semifinal," tegas manajer tim Andi Darussalam Tabusalla. Dia mengutarakan, kemenangan atas Myanmar adalah sebuab gengsi tersendiri setelah kekalahan menyakitkan atas Laos ini. "Kita tak menduga bisa menerima kekalahan ini, tetapi bagaimana pun anak-anak harus bangkit dan memenangkan pertandingan terakhirnya nanti," tegas Andi Darussalam lagi.(^^^) KLASEMEN GRUP B

1. Laos 2 1 1 0 3-1 4
2. Singapura 2 1 1 0 4-3 4
3. Myanmar 2 0 1 1 2-3 1
4. INDONESIA 2 0 1 1 2-4 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar